Konvensional Marketing VS Digital Marketing

Ilmu marketing memang selalu berkembang.namun konsep dasar akan tetap sama. dari berbagai literatur yang pernah saya pelajari saya bisa ambil kesimpulan bahwa KUNCI dari pemasaran adalah bertemu dengan orang yang tepat dan membutuhkan produk kita. entah dalam prosesnya mereka butuh / beli produk kita karena kita pandai menarik minat, ataupun karena mereka butuh solusi, tetapi pada tahapan stage akhir adalah karena kita bertemu dengan orang yang tepat, sasaran yang tepat ( SEGMENTED ). contoh sederhana adalah sangat tidak tepat bila kita menjual alat pancing kepada orang-orang penderita diabates. sebagus apapun presentasi kita, kemungkinan beli akan sangat-sangat kecil.

Pada teori marketing konvensional, kita harus mencurahkan banyak waktu bertemu, presentasi dan menemui semakin banyak orang untuk kita beri informasi tentang produk yang kita jual, atau berusaha menjadikan produk kita sebagai solusi permasalahannya. namun di metode konvensional kekurangannya adalah Tidak ada indikator yang tepat/ jituĀ  yang bisa kita jadikan acuan segmentasi. kita masih perlu banyak biaya riset untuk menentukan segmentasi ini, hanya untuk mendapatkan jawaban, “Apakah orang ini sudah tepat sebagai target presentasi saya ? “. terkadang pada metode konvensional kita bisa saja presentasi kepada orang yang salah sasaran seperti yang saya sebutkan diatas, presentasi / menawarkan alat pancing kepada orang yang sama sekali tidak suka dengan dunia pancing. sebagus apapun ya kemungkinan besar ditolak.

bedanya dengan metode Digital marketing adalah, dengan memanfaatkan system ini, indikator target market sudah sangat jelas. bila kita jual alat pancing, kalau ingin memanfaatkan digital marketing dengan social media seperti facebook, disana sudah sangat jelas bahwa indikatornya adalah mereka tergabung dalam komunitas pancing mania, atau dari status-status yang dibuat adalah tentang dunia pancing, permasalahan mereka tentang memancing. ini adalah market yang sangat tepat untuk ditawari produk-produk pancing, karena topiknya sudah selaras dan klop.

salah satu hal yang menjadikan digital marketing menjadi sangat efektif sebagai media pemasaran adalah berlakunya system kebalikan. dari system konvensional yang mengaharuskan sebagai pemasaran mengeluarkan banyak energi untuk ( MEnemui Target market )dan terkadang meleset, tapi dengan digital marketing sebagai pemasar hanya perlu sedikit trick dengan bagaimana bisa dengan mudah (DItemui Target market ). ada sedikit perbedaan dari apa yang saya tuliskan diatas yaitu bersifat aktif dan pasif.

salah satu keunikan digital marketing adalah hanya dengan Pasif “walau ini tidak mutlak” dalam arti sedikit budget, sedikit tenaga tapi bisa menghasilkan banyak dampak sales. salah satu alasannya adalah karena memanfaatkan perilaku orang modern saat ini. kebanyakan dari mereka untuk mencari produk ataupun informasi akan selalu menuju mesin pencari salah satunya google. dan mereka akan mengunjungi dan menghubungi site-site yang berada di halaman depan rangkin 1-5 untuk mendapatkan solusi akan permasalahn mereka baik solusi informasi ataupun solusi akan produk yang dia butuhkan. dari sini kita bisa berpikir bahwa tentu site-site yang berada di ranking bagus dan halaman pertama akan bisa menghasilkan banyak sales dibandingkan pada halaman-halaman 2, 3 dan seterusnya. inilah alasan kenapa orang selalu berusaha mendapatkan posisi yang bagus di mesin pencari seperti google, karena secara otomatis dengan posisi tersebut akan mempengaruhi sales yang pasti meningkat, karena semakin banyaknya pengunjung dan pasti tertarget.

salah satu indikator yang ada pada system ini adalah keyword yang diketikkan oleh para pencari informasi tersebut. jadi ketika bisa mempunyai posisi bagus pada kata kunci yang relevan dengan produk yang dijual, secara otomatis kita akan dihubungi dulu, bukan menghubungi, dan orang yang menghubungi kita sudah barang tentu mereka orang-orang tepat, yang punya potensi membeli sangat besar.

kesimpulannya dengan Digital marketing, kita sudah masuk dalam sebuah system pemasaranĀ  yang cerdas. sukses selalu untuk anda.

1 Comment

  1. Javier P. Marshall June 4, 2013 6:34 am 

    Era digital marketing 3.0 didesain untuk lebih menghargai privacy pelanggan dan berbagai hasil riset menyatakan secara sahih bahwa pada segmented customer, transaksi digital meningkat melebihi pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, bahkan mencapai pertumbuhan melebihi 200 persen setiap tahunnya, demikianpun perilaku digital pelanggan yang mengakibatkan hal-hal yang bersifat konvensional akan terevolusi dan lama-kelamaan akan hilang ditelan masa. Salah satu indikasi yang menunjukkan hal ini adalah peningkatan kepemilikan IPAD, Playbook, Galaxy Tab dan produk sejenisnya yang mendominasi kepemilikan segmented customer tadi. Fenomena ini harus diterima sebagai kenyataan oleh banyak penerbit surat kabar untuk melakukan pengembangan produk karena surat khabar konvensional tidak lagi mewakili karakteristik dan personality pengguna tablet, yang lebih memilih membaca majalah digital dan surat khabar digital seperti kompas.com, detik.com dan media elektronik digital lainnya. berbagai risetpun menguatkan bahwa hanya kurang dari 23 persen pada tahu ini pengguna Tablet membaca majalah dan surat khabar konvensional, dan jumlah ini menurun drastis dari perilaku tahun 2010 yang jumlahnya masih di kisaran 61 persen. Berbagai alasan menjadi mengemuka pada perubahan pola perilaku ini, diantaranya ingin mengikuti perubahan dalam hitungan detik karena bagi mereka setiap informasi yang terjadi harus egera diketahui saat ini juga dan bukan dibaca besoknya jika mengikuti pola terbitnya surat khabar, bahkan majalah yang terbitnya pada durasi yang lebih lama. Promosi yang intens dengan menurun harga langganan untuk mempertahankan pasar serta hadiah-hadiah ternyata terbukti tidak cukup mampu menahan laju penurunan oplah surat khabar dan majalah dengan sangat signifikan, berbanding terbalik dengan laju pembaca koran dan majalah digital yang kian mampu mendefenisikan produk dan pelanggannya.